Kamis, 08 September 2016

Mencari dan menemukan cinta sejati dalam sudut pandang Teologis


Tema cinta adalah tema yang sangat besar, begitu besarnya sehingga begitu banyak orang yang berusaha mengartikan kata cinta, dengan definisi definisi yang rupa-rupa berbeda.

Penulisan ini dikarenakan saya sangat menyadari kalau cinta adalah kebutuhan mutlak manusia, karena begitu dibutuhkan, iblis tidak segan-segan untuk membuat cinta yang manipulatif, sehingga dengan bertamengkan kata cinta banyak orang merusak kehidupan yang berharga, melakukan kebejatan, rusak moral, begitu nista, dan juga tidak jarang yang rela menyakitkan diri bahkan sampai mati untuk sebuah kata cinta.

Kali ini saya akan sebisa mungkin mensharingkan dengan alkitab sebagai standardnya dan berharap semoga kita semua dapat menyelami arti cinta yang sesungguhnya, yang betul-betul Tuhan ajari yang indah tak terkecewakan.
ket: cinta sejati yang ditulis kali ini dalam konteks pasangan hidup

Mencari dan menemukan cinta sejati
Mengapa perlu dicari dan ditemukan, karena cinta sejati adalah sosok yang ada dalam pribadi tertentu artinya sosok cinta sejati itu tidak ada dalam semua orang, sekalipun ada seorang yang membuat kita saling suka, sreg dengan hati kita. Nah mengapa cinta sejati ini bukan adalah setiap orang yang sekalipun saling suka dan sreg dengan hati kita, maka kita akan melihat perkataan Tuhan “kasihilah sesamamu seperti kamu mengasihi dirimu sendiri”. Mengasihi sesama dan mengasihi diri sendiri adalah suatu hal yang tidak bisa dipisahkan, ketika seorang tidak mampu mengemban tugas ini yaitu “mengasihi sesama seperti mengasihi diri sendiri”, maka kasih/cinta yang akan diberikannya itu adalah typical yang mengorbankan korban, maksudnya mustahil jika seorang bisa mencintai cintaannya tanpa dia terlebih dahulu mengasihi dirinya sendiri, karena kalau dia memberi cinta namun tidak mencintai dirinya dahulu, maka akan ada korban dalam hubungan cinta tersebut.



Utamakanlah Tuhan dalam hidup anda, seorang cinta sejati adalah orang yang telah mencintai Tuhan terlebih dahulu. Orang yang telah mencintai Tuhan telah menerima cinta dari Tuhan sehingga dia bisa mencintai Tuhan, Tuhan menginginkan segala kebaikan untuk anak-anakNya, segala kebaikan yang diinginkan Tuhan terhadap anak-anakNya akan menjadi dasar pijak yang kuat untuk seorang cinta sejati
“janganlah kamu menjadi pasangan yang tidak seimbang”, itu sebabnya sekalipun kita sreg dengan seseorang, maka belum tentu orang itu adalah sosok cinta sejatinya kita..
Banyak orang-orang  yang terjebak dalam situasi ini, banyak yang terjebak dengan perasaan yang mendalam, banyak yang saling mencintai meskipun pacarnya bukan orang percaya, bahkan lebih parah lagi banyak yang saling mencintai meskipun hubungan pacarannya sangat nista, dan amoral, sebenarnya ini adalah bentuk cinta yang bukan diajarkan Tuhan, cinta Tuhan begitu berbeda dengan cintanya menurut dunia ini, cinta Tuhan selalu membawa kebaikan, sedangkan cinta dunia membawa kerusakan, kerusakan tersebut mencakup kerusakan hubungan kita dengan Tuhan, dengan sesama manusia, dengan lingkungan, dan cepat atau lambat juga akan merusakan diri sendiri.


Untuk mendapatkan cinta sejati, maka kita perlu menjadi cinta sejati juga, maka point berikut ini adalah mencoba mengenali diri sendiri, renungkanlah baik-baik apakah anda adalah orang yang layak dicintai, saya ulangi kalimat ini “seorang ingin memberi cinta, namun apa yang bisa ia beri kalau dia sendiri tidak punya cinta…” dalam hal ini saya bukan sedang membicarakan hal yang bersifat materi, namun saya ingin supaya kita bersama-sama sebelum merenungkan cintaan kita, terlebih dahulu kita merenungkan tentang diri kita, tanyakanlah pada diri kita sendiri “apakah aku sudah bahagia?” pertanyaan ini akan menjadi point penting yang menentukan apakah anda akan menjadi sosok cinta sejati atau bukan. Mengapa begitu penting? Karena kalau anda tidak mampu bahagia dengan diri anda sendiri, maka sebenarnya anda adalah orang yang tidak layak dicintai. Ketika anda mendapatkan pasangan, anda bukan memintanya untuk membahagiakan anda, namun anda harus membagi kebahagiaan anda kepadanya seiring bergantian hingga saling melengkapi, inilah yang namanya saling menutupi kekurangan dan memberikan kelebihan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar